PROSES PEMBUATAN VIDEO PENDEK

ALIR PROSES PRODUKSI VIDEO/FILM


 

A. Dasar pembuatan film

Langkah-langkah tersebut diantaranya adalah:

Temukan Ide Cerita

Kalau tak ada ide cerita, walaupun Anda punya kamera yang mahal dan bagus, film tak tercipta juga.  Untuk itulah, dalam proses produksi film, langkah pertama adalah temukan ide cerita Anda. Usahakan cerita dengan ide yang baru dan unik. Belum pernah ada sebelumnya.

Pengembangan ide meliputi; menentukan jenis cerita, genre (aliran) dan format maupun penulisan skenario video yang akan kita buat. Pembuat video harus kreatif dalam mengembangkan ide-ide nya. Berbagai cara dapat dilakukan untuk menggali ide-ide kreatif dalam pembuatan video. Ide bisa datang darimana saja, bisa dari membaca novel lalu muncul ide pembuatan vide, bisa juga ide dating dari kisah nyata yang pernah ada, dan ide-ide tersebut dapat dikembangkan menjadi sebuah video.

Ide sering muncul di kepala kita, terkadang, ide itu hanya sekedar lewat atau justru terus-menerus muncul hingga menganggu pikiran kita. Ide bisa muncul saat sedang melamun, saat berkendaraan, saat sedang membaca majalah, saat sedang menonton TV atau mendengarkan radio, mendengar cerita dari seorang teman, atau sedang berada di kamar. Semua ide yang ada di kepala kita tersebut dapat dikembangkan menjadi ide yang sangat kreatif untuk membuat video atau film. Bahkan mimpi yang benar benar kita alami tadi malam pada saat tidur dapat kita jadikan sebagai sebuah ide cerita dalam pembuatan video atau film – kita kembangkan apa yang kita alami pada mimpi malam tadi menjadi sebuah cerita yang menarik dan disajikan menjadi sebuah film yang kreatif dan berbeda dengan film-film orang lain.

Anda mungkin saja pernah menonton film “Saving Private Ryan” karya sutradara ternama Steven Spielberg, skenario ditulis oleh Robert Rodat dan dibintangi oleh Tom Hank. Film drama bertema perang ini diangkat dari kisah nyata yang benar-benar pernah terjadi di pantai Omaha saat invasi Normandia – Perancis pada Perang Dunia II tahun 1944. Film ini memenangkan lima Oscar, yakni Best Director, Best Cinematography, Best Sound, Best Film Editing, Best Effects, Sound Effects Editing.


Gambar 2. Film Saving Private Ryan dirilis tahun 1998

Penulisan Konsep

Setelah selesai melakukan penggalian ide, maka untuk selanjutnya yang harus kita lakukan adalah penulisan konsep, membuat ringkasan cerita dari video/film tersebut, lalu menuliskan urutan cerita yang detail, sehingga tidak ada adegan yang akan terlewatkan pada saat melakukan pengambilan gambar

Pembuatan Dokumen Shooting

Dokumen shoting terdiri dari beberapa hal antaralain; 1) Sinopsis, 2) Treatment 3) Story Board dan 4) Shooting Script

Sinopsis

Merupakan cerita singkat dari program yang akan kita kembangkan dari ide atau gagasan yang telah dirumuskan. Meskipun singkat akan tetapi sinopsis dibuat dengan tetap memperhatikan inti cerita dari sebuah video/film. Tidak hanya pada film dan video – sinopsis juga ada pada novel.

Dalam proses produksi video atau film sebuah sinopsis digunakan untuk menyampaikan cerita pada film/video secara singkat. Sinopsis biasanya dibuat dalam bentuk 2 atau 3 paragraf, diuraikan dalam beberapa kalimat yang sederhana dan jelas. Sinopsis yang baik dibuat tidak lebih dari satu halaman.

Apa tujuannya dibuat synopsis ?  Sinopsis pada video dibuat untuk mempermudah penangkapan pesan dari video yang dibuat.


Gambar 3. Film Dilan 1990

 

Film “Dilan” mungkin sudah tidak asing lagi bagi siswa SMK, film yang dirilis Januari 2018 yang disutradarai oleh: Pidi Baiq, Fajar Bustomi dan ditulis oleh Pidi Baiq. Memiliki synopsis seperti dibawah ini :

DILAN (SINOPSIS) :

Milea (Vanesha Prescilla) bertemu dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) di sebuah SMA di Bandung. Itu adalah tahun 1990, saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung. Perkenalan yang tidak biasa kemudian membawa Milea mulai mengenal keunikan Dilan lebih jauh. Dilan yang pintar, baik hati dan romantis… semua dengan caranya sendiri. Cara Dilan mendekati Milea tidak sama dengan teman-teman lelakinya yang lain, bahkan Beni, pacar Milea di Jakarta. Bahkan cara berbicara Dilan yang terdengar kaku, lambat laun justru membuat Milea kerap merindukannya jika sehari saja ia tak mendengar suara itu. Perjalanan hubungan mereka tak selalu mulus. Beni, gank motor, tawuran, Anhar, Kang Adi, semua mewarnai perjalanan itu. Dan Dilan… dengan caranya sendiri…selalu bisa membuat Milea percaya ia bisa tiba di tujuan dengan selamat. Tujuan dari perjalanan ini. Perjalanan mereka berdua. Katanya, dunia SMA adalah dunia paling indah. Dunia Milea dan Dilan satu tingkat lebih indah daripada itu.

Perhatikan synopsis film Dilan di atas, terlihat sangat singkat (hanya satu paragraph) dan mengggunakan kalimat-kalimat sederhana, akan tetapi sudah menggambarkan film tersebut secara singkat.

 

Treatment

Tahapan lain yang tidak kalah pentingnya dalam pembuatan dokumen pada saat pembuatan karya video atau film adalah pembuatan treatment. Sebelum naskah film ditulis terlebih dahulu dibuat treatment.

Treatment adalah hasil pengembangan dari synopsis, artinya SINOPSIS terlebih dahulu dibuat barulah kita bisa membuat TREATMENT. Dari cerita singkat yang ada pada synopsis maka kita mengembangkannya menjadi treatment dengan lebih rinci lagi yang menggambarkan adegan, lokasi, dan waktu serta nama pemain dengan perwatakannya.

Treatmen dapat menjadi salah satu indikator atau tolok ukur apakah film yang dibuat itu baik. Dengan kata lain – produksi video yang baik itu haruslah memiliki suatu treatment.

Bagaimanakah bentuk gambaran sebuah treatment pada pembuatan video ?  Treatment itu sendiri merupakan naskah scenario yang boleh dibilang sudah lengkap berisikan bagian-bagian penting dari setiap adegan. Treatment memberikan gambaran yang lebih detail dan tidak tematis pada video. Treatment memberikan gambaran deskriptif tentang alur cerita.  Treatment dimulai dari kronologi awal adegan sampai akhir cerita, tetapi pada treatment tidak diuraikan teknis-teknis pengambilan adegan yang akan dilakukan.

Pada dasarnya format baku sebuah treatment itu tidaklah ada, namun kebanyakan dibuat dalam bentuk seperti contoh dibawah ini;

Contoh Sinopsis : “PENGENDALIAN HAMA TERPADU”

Dua orang petani yaitu pak Ekes dan engkong Zul, sedang bekerja di ladangnya masing-masing yang bersebelahan. Semula hubungan mereka sangat baik, akan tetapi pada suatu saat mereka berselisih pendapat dan bertengkar tentang pengendalian hama.

Pada suatu hari pertengkaran mereka mencapai puncaknya dan dilerai oleh petugas Penyuluh Pertanian Lapangan atau PPL yang sedang lewat. Akhirnya kedua petani itu menyadari kekeliruannya dan saling meminta maaf dan berjanji akan bergabung dalam kelompok tani.

Pak Ekes dan engkong Zul diajak petugas PPL ke kantor desa dan diminta menjelaskan apa sebab mereka bertengkar. Setelah mengetahui masalahnya, kedua petani tersebut diberi naehat oleh pak Kades, agar untuk melakukan pengendalian hama sebaiknya mereka bertanya pada petugas PPL, jangan melakukan sendiri-sendiri. Pada kesempatan itu petugas PPL juga mengingatkan pentingnya pengendalian hama terpadu.

Selanjutnya dari synopsis diatas kita dapat mengembangkan menjadi sebuah treatment, seperti contoh dibawah ini;

Contoh Treatment : “PENGENDALIAN HAMA TERPADU”

Keesokan harinya sewaktu pak Ekes ke kandang, ia terkejut melihat keadaan kambing-kambingnya yang sakit dan segera memanggil mantri hewan, untuk diobati, setelah memberi obat mantri hewan mengatakan kambing-kambing pak Ekes sakit karena keracunan.

Diladang engkong Zul juga terkejut melihat hasil penyemprotannya kemaren, ternyata hama ulat masih banyak

Ketika pak Ekes dan engkong Zul bertemu di ladang, mereka saling menyalahkan tentang cara pengendalian hama yang berbeda.

Mereka bertengkar hebat dan hampir saja terjadi baku hantam jika tidak dilerai oleh petugas PPL yang sedang lewat, dan mereka diajak ke kantor desa oleh petugas PPL.

Setelah mendengar permasalahan yang menyebabkan mereka hampir berkelahi, pak Kades memberi nasehat agar mengikuti petunjuk yang diberikan oleh petugas PPL.

Mereka berdua menyadari kekeliruannya dan saling memaafkan, apalagi setelah petugas PPL mengingatkan pentingnya Pengendalian Hama terpadu atau PHT dan akan masuk dalam kelompok tani.


Riset

Ini tak kalah penting. Riset inilah yang akan membawa film ada mempunyai reputasi yang tinggi. Apalagi kalau Anda sedang ingin membuat film bergenre sejarah.  Riset ini bisa dilakukan dengan misalnya membaca referensi, buku-buku literatur yang mendukung film tersebut, atau bisa juga misalnya dengan melakukan wawancara kepada tokoh-tokoh atau ahli yang terkait dengan tema film yang sedang digarap.

Casting

Ini terkait dengan rekruitment tokoh. Proses seleksi dan pencarian tokoh berbakat yang akan memerankan film tersebut. Baik itu tokoh utama, maupun tokoh tambahan. Dalam beberapa adegan, mungkin akan terjadi adegan ekstrem seperti perkelahian atau adegan ekstrem lainya. Untuk itu diperlukan tokoh pengganti. Dalam proses inilah semua itu berlangsung.

Shooting

Proses ini adalah tahap pengambilan gambar. Dalam proses ini sang sutradara menjadi ujung tombak dalam mengarahkan kameramen melakukan kerja-kerjanya.  Memang, kameramen pasti punya cukup keahlian untuk mengambil gambar. Tapi, sang sutradaralah yang menentukan bagaimana sudut pandang pengambilan gambar, mana yang harus ditonjolkan dsb. Begitu juga, saat shooting ini, sang sutradara juga mengarahkan tokoh-tokoh atau pemeran film tersebut agar sesuai dengan skenario yang telah disusun sebelumnya.

Editing

Inilah tahap akhir proses produksi film. Saat pengambilan gambar mungkin terjadi kesalahan-kesalahan. Dalam tahap inilah Anda atau tim Anda bisa melakukan editing atas sebuah film. Editing ini sebenarnya adalah proses penggabungan adegan-adegan film yang telah diambil gambarnya sebelumnya. Menambah efek-efek dalam adegan yang terekam, atau mengurangi atau meng-cut adegan-adegan yang tidak atau kurang perlu. Nah, setelah selesai proses pengeditan saatnya film itu diedarkan ke publik.

Pada umumnya cara pembuatan film sama saja, tidak terlalu memusingkan. Mungkin yang akan menjadi tantangan adalah bagaimana mewujudkan step by step pembuatan film tersebut. Berikut adalah langkah-langkah dasar yang bisa Anda tapaki :

1. Buatlah Ide

Carilah ide yang menarik, yang sensasional dan tidak pasaran. Biasanya orang suka menonton film karena merasa ada bagian dari film itu yang dekat dengan dirinya. Carilah tema yang unik tetapi dekat dan familiar di hati masyarakat.

2. Buatlah sasaran ide kita

Setelah mendapatkan ide, kita tentukan film kita mau ditujukan untuk siapa? Mahasiswa? Pelajar? Anak-anak? Keluarga? Bila kita sudah menemukan segmen yang tepat, akan lebih mudah bagi kita untuk menentukan alur cerita.

3. Sinopsis film

Tak akan ada sebuah film yang bagus tanpa sinopsis. Bahkan, film dokumenter pun memerlukan sinopsis untuk narasi dan menggambarkan cerita apa yang akan diusung. Buatlah sinopsis yang ringkas, padat, jelas, langsung pada sasaran, konflik yang jelas dan ending yang mengejutkan.

4. Naskah Skenario

Bila film telah selesai, buatlah skenario. Anda bisa meminta orang lain untuk menulis, lalu Anda mengurusi hal lain atau Anda tulis sendiri skenario Anda. Setelah skenario jadi, mulailah membuat film.

5. Mulai membuat Film

Tentukan story board film kita, tentukan lokasi, cari view yang bagus untuk lokasi agar sesuai dengan tempat yang diinginkan dalam skenario. Tempat yang sesuai mendukung cerita.

6, Siapkan alat-alat teknis

Siapkan kru. Siapkan lampu, kamera, setting, property, kostum, piñata make up, dan lain-lain sebagainya.

7. Tentukan budget

Setelah menentukan apa dan siapa yang kita inginkan, kita bisa memulai membuat budget atau anggaran film. Tetapi lebih baik budget sudah disiapkan sejak awal.

8. Syuting dan Editing

Setelah mendapatkan izin dan lain sebagainya, Anda bisa mulai syuting. Begitu selesai syuting, adegan-adegan film diedit berdasarkan urutan scene di dalam skenario.

9. Review dan Revisi

Review, lihat ulang hasil film yang sudah Anda buat. Lalu revisi bila ada bagian scene yang jelek, bisa Anda buang. Bila ada scene yang kurang, bisa Anda tambahkan yang baru.

10. Buat promosi

Siapkan media untuk promosi seperti spanduk, iklan, trailer, pamflet, poster dan lain-lain.

11. Masukkan dalam DVD

Setelah film Anda finish, Anda bisa masukkan dalam keeping DVD. Dan gandakan keping DVD itu untuk keperluan pribadi, distribusi atau promosi.

Itulah tadi langkah-langkah dasar dalam membuat film. Tentu saja pelaksanaannya tidak semudah teori, namun tidak ada salahnya mencoba dan terjun langsung. Dengan mengerjakan sesuatu yang menurut kita susah, lambat laun akan menjadi mudah.

 

10 LANGKAH MEMBUAT FILM PENDEK

1. Riset Awal!

Kita cari tahu dulu tentang latar belakang yang ingin kita buat film. Kalau serius, riset ini harusnya sangat detail, tetapi kalau mau sederhana, kita bisa saja browsing dulu di internet atau bertanya kepada teman atau orang yang sudah mengalaminya. Kita catat data-data yang kita dapat tadi.

2. Siapkan Peralatan

Perlengkapan yang diperlukan adalah handycam atau kamera video apa pun beserta baterai dan charger. Jangan lupa bawa juga mikrofon tambahan dan kabel ekstensinya, tripod, dan yang paling penting, kaset-kaset kosong (bawa cadangan ya).

3. Riset Lapangan

Waktu sampai di tempat tujuan, kita harus melakukan riset lebih dalam dari riset awal yang sudah kita lakukan di rumah. Cocokkan data yang didapat saat riset awal dengan keadaan di lapangan.

Bagaimana caranya? Ya jalan, ngobrol, dan nongkrong! Santai dan berusaha akrab dengan lingkungan yang akan kita filmkan.

4. Buat Alur Cerita Kasar

Tentukan siapa saja yang mau diangkat sebagai tokoh dalam film. Biasanya, dari hasil riset di lapangan, kita bisa mendapatkan sebuah ide yang lebih spesifik dan menarik untuk diangkat dari ide awal kita di rumah. Misalnya, “Keseharian hidup badut di Dufan”. Kemudian, buatlah alur cerita kasar dari ide tersebut. Misalnya, tugas-tugas si badut di Dufan dan tempat-tempat wajib yang harus didatangi si badut.

5. Buatlah Sinopsis

Cerita singkat tentang seperti apa film yang kita buat ini. Dari sinopsis kita bisa menentukan siapa saja yang harus kita wawancara, daftar pertanyaan untuk setiap wawancara, dan daftar gambar-gambar (footage) yang dibutuhkan di luar wawancara.

6. Syuting atau Pengambilan Gambar

Dari hasil riset, kita sudah tahu di mana saja dan kapan saja orang-orang yang ingin kita wawancara berada. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk pengambilan gambar. Yang pertama, datangi dan minta izin mereka untuk melakukan wawancara. Ingat, jangan sekali-kali merekam wawancara tanpa izin! Tidak etis dan bisa bikin mereka tidak suka.

Kedua, jangan lupa menggunakan mikrofon tambahan ketika melakukan wawancara, apalagi kalau kita berada di tengah keramaian. Ketiga, gunakan daftar pertanyaan yang sudah dibuat sebelumnya sebagai acuan, tetapi jangan terlalu kaku, kita boleh bertanya hal-hal lain di luar daftar tersebut.

Keempat, buat suasana wawancara sesantai mungkin, bertanyalah seperti kita sedang mengobrol biasa. Sebab, keberadaan kamera video bisa membuat orang gugup, jaim, dan tidak bisa menjawab jujur.

Kelima, gunakan tripod bila wawancara berlangsung cukup lama dan tidak dilakukan sambil bergerak. Keenam, Selesaikan semua wawancara dari daftar orang yang sudah kita buat. Setelah itu rekam semua gambar yang sudah kita tulis dalam daftar footage kita. Kalau kita masih punya waktu dan kaset cadangan, kita boleh kok merekam gambar-gambar tambahan lain yang mungkin nanti bisa berguna saat tahap editing.

Ketujuh, setelah semua selesai direkam. Periksa lagi semua daftar yang kita punya. Baca lagi sinopsis awal kita. Apa semua sudah cukup. Jangan sampai ada yang terlupa.

7. Buat Alur Cerita Final

Sesuaikan hasil catatan dengan hasil wawancara yang sudah kita buat. Masih sesuaikah? Harus diubahkah? Ke arah mana harus dikembangkan?

Hal ini sangat mungkin terjadi karena hasil wawancara bisa banget menghasilkan data-data yang lebih banyak dan mungkin berbeda dari apa yang sudah kita siapkan sebelumnya. Enggak masalah kok. Perbaiki dan buat sinopsis baru yang bisa disusun dari hasil rekaman yang sudah kita tonton berulang kali.

Setelah selesai, barulah sinopsis final ini bisa jadi panduan untuk mulai mengedit.

8. Mengedit Film

Mulai capture hasil rekaman yang sudah kita pilih sebelumnya ke dalam komputer menggunakan program editing yang biasa kita pakai. Setelah itu susun film kita berdasarkan sinopsis final yang sudah kita buat sebelumnya.

Masukkan footage-footage yang kita sudah rekam. Buat alur semenarik mungkin, jangan terlalu banyak wawancara yang bisa membosankan. Idealnya, panjang film 8-12 menit.

9. Musik Latar atau “Soundtrack”

Tambahkan musik latar yang sesuai, jangan pakai musik orang sembarangan ya! Sebisa mungkin buat musik sendiri atau minta teman yang pandai membuat musik untuk membuatkan musik untuk film ini.

10. Terakhir, koreksi warna atau “color correction”

Masukkan opening title (pilih judul yang catchy dan bisa menggambarkan keseluruhan film), tambahkan credit title, mixing suara, wrap! Kemudian Burning Ke Perangkat DVD.

 







61 komentar:

Mva Project mengatakan...

Nama: Muhammad Virzha Andriansyah
Kelas: XII MULTIMEDIA 1

Komentar saya tentang materi ini hanya, mengapa film yang dipakai contoh harus dilan? Hehe, tapi dari itu semua materi diatas mudah dipahami dan tidak bertele-tele

Puspita Wulandari mengatakan...

Nama : Puspita Wulandari
Kelas : XII MULTIMEDIA 2

Komentar : Materi diatas sangat membantu karena sangat mudah dan jelas untuk dipahami atau dipelajari.

Dahlia Boutique mengatakan...

Nama :SITI AMINAH DAHLIA
Kelas:XII MULTIMEDIA 1

Komentar saya tentang materi di atas adalah materi di atas sangat detail dan jelas dalam menjelaskan materi dan tidak berbelit-belit sehingga pembaca sangat mudah memahami setiap materi yang diberikan:)

Unknown mengatakan...

Nama : ADE IRMA
Kelas : XII MULTIMEDIA 2

Komentar : Materi di atas mudah di pahami dengan baik, dan tidak begitu susah untuk di pelajari
Materi di atas juga sangat membantu kami cepat memahaminya, karna dengan penjelasan yang menurut saya jelas.

Unknown mengatakan...

Nama : KAMELIA FEBRIANI
kelas: XII MULTIMEDIA 2

Komentar saya tentang materi hari ini yaitu materi yang diberikan sangat mudah di pahami, penjelasannya sangat baik dan tidak bertele-tele, sehingga kita dapat memahami materi yang diberikan.

Rizal Fazarudin mengatakan...

Nama : Rizal Fazarudin
Kelas : XII.multimedia 3

Komentar saya tentang materi ini sangat mudah dipahami

Bunga Ajeng Ariesta mengatakan...

Nama : Bunga Ajeng Ariesta
Kelas :XII MULTIMEDIA 2

komentar : meterinya sangat mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh pembaca.

Avita maulinda mengatakan...

Nama : AVITA MAULINDA
Kelas : XII MULTIMEDIA 2

Komentar saya mengenai materi hari ini yaitu, dapat dengan mudah dipahami karena pembahasan tidak bertele-tele sehingga pembaca dapat dengan mudah menangkap isi pokok dari materi tersebut.

Terawork16 mengatakan...

Nama :Tedi Agustian
Kelas :XI MULTIMEDIA 1

Komentar : websitenya keren pak tersusun rapi, simple seo lagi ga ngelag. Hehe jadi ngomentari websitenya 😁 adakalanya ada yg mau berkunjung ke website saya bias cek link berikut ini😋 https://terawork16.blogspot.com/?m=1

Unknown mengatakan...

Nama : Dede thia maharani
Kelas : XII MM 2

Komentar saya materinya sangat membantu di pahami oleh pembaca dan muda di mengerti

Unknown mengatakan...

Nama: Riyan
Kelas: XII mm 2

Komentar saya mengenai materi alur proses pembuatan video pendek yaitu materi sangat bisa di mngerti dan mudah dicerna dengan baik oleh sistem otak saya pak��

Wulan juwita mengatakan...

Nama : Wulan Juwita
Kelas : XII Multimedia 3

Komentar : menurut saya materinya sangat lengkap dan ga ber belit-belit dan mudah sekali untuk di pahami dan di mengerti. Dan contoh film nya juga bagus-bagus apa lagi itu film dilan, jalan cerita nya yang seru dan menarik dan itu adalah salah satu film saya,heeee.

FITRI mengatakan...

Nama:Fitri Tati Setiawati
Kelas:XII Multimedia 2

Komentar : Materi yang di atas mudah di pahami dan jelas, dan yang pasti di setiap penjelasannya dapat membantu pembaca dengan mudah untuk bisa mengetahui cara dan pembuatan film yang baik dan sesuai.

Siti Aisah mengatakan...

Nama : Siti Aisah
Kelas : XII Multimedia 2

Menurut saya materi hari ini mudah dipahami dan cepat dimengerti saya juga dapat mengetahui cara proses pembuatan video pendek.

Unknown mengatakan...

Nama: Silpi Nuraeni
Kelas: XII MULTIMEDIA 1

Komentar: materinya sangat jelas mudah dimengerti dan dipahami bagi yang membacanya

Uun Destiani mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Uun Destiani mengatakan...

Nama: Uun Destiani
Kelas: XII Multimedia-2

Komentar: Menurut saya materi yang di berikan sangat jelas dan mudah di mengerti oleh para pembacanya, namun mungkin untuk sebagian orang yang malas untuk membacanya terlalu banyak yang dibahas sehingga beranggapan terlalu bertele-tele yang mengakibatkan malas untuk membaca dan memahami materinya.

Asyifa Dwi Cahyani Putri mengatakan...

Materinya sangat jelas dan mudah dipahami

Asyifa Dwi Cahyani Putri mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan...

Nama:Fahluza Rahmadanti
Kelas :XII Multimedia 2

Komentar:materi nya sangat jelas dan mudah di pahami untuk dipelajari.

Unknown mengatakan...

Nama:Anisa rismalia fitria
Kelas:XII Multimedia 3

Komentar: materinya sangat jelas dan mudah dimengerti

Mesti Septiani mengatakan...

Nama:Mesti Septiani
Kelas:Xll Multimedia 3

Komentar: Materinya sangat mudah di pahami, saya membacanya pun langsung mengerti apa yang di jelaskan di materi ini dengan banyak contoh film film yang tertera di materi ini.

Irma Yuniati mengatakan...

Nama : Irma Yuniati
Kelas : XII Multimedia 3

Komentar : Menurut saya materinya sangat jelas mudah dipahami oleh saya dan mudah dimengerti tidak bertele-tele dalam pemilihan kata-kata

Aam Ambarwati mengatakan...

Nama : Aam Ambarwati
Kelas : XII MULTIMEDIA 1

Komentar : komentar saya pada materi ini yaitu materi yang di jelaskan sangat detail dan benar-benar lengkap sehingga ketika dibaca materinya mudah dipahami

Anonim mengatakan...

Nama: Amalia Nursa'adah
Kelas: XII Multimedia 1

Komentar: menurut saya materi yang bapak sampaikan sangat bermanfaat dan bahasa yang digunakan mudah dipahami oleh pembaca

Unknown mengatakan...

Nama : Sapitri
Kelas: XII MM 1

Komentar : Materinya jelas dan mudah dipahami terimakasi

Unknown mengatakan...

Nama : Maulana yusup
Kelas: XII MULTIMEDIA 1

Komentar : kenapa contohnya harus Dilan

EUIS PANILA mengatakan...

NAMA : EUIS PANILA
KELAS : XII MM 2

Komentar : Materi diatas sangat jelas mudah dipahami oleh pembaca karena penjelasan dari materi tersebut tidak bertele-tele sehingga sangat mudah untuk dimengerti.

iZONE mengatakan...

NAMA : IRVAN MULYADI
KELAS : XII MM1

Komentar : Materi yang di sampaikan sangat jelas dan mudah di pahami

Eles Lestari mengatakan...

Nama : Eles Lestari
Kelas : Xll Multimedia 1

Materi diatas sangat membantu saya saat belajar dirumah karna mudah di pahami dan sangat jelas

Unknown mengatakan...

Nama:SITI ROSIDAH
Kelas:XII MULTIMEDIA 2

Materi di antas begitu detail dan rici sehingga sangat mudah untuk di jadikan bahan pembelajaran serta logis

Unknown mengatakan...

Nama:Nia Rodiani
Kelas:XII MULTIMEDIA 1

Materi diatas mudah di pahamai karena penggunaan bahasa yang mudah di mengerti dan pejelasannya pun tidak bertele tele langsung pada intinya saja sangat membantu untuk otak saya yang kadang-kadang koneksinyanya tidak memadai.

Unknown mengatakan...

Nama:DEVITASARI
Kelas:XII MM 1

Menurut saya, materi diatas cukup detail dan cukup mudah untuk dimengerti.

Suryana mengatakan...

Nama : Muhamad Suryana
Kelas: XII MM 1

cara penulisan Materi yang kreatif sangat detail dan tak membingungkan pembaca terimakasih

Aldito mengatakan...

Materi ini mudah dipahami dan penggunaan bahasa yang detail

Fitri16.bloger.com mengatakan...

Nama : Fitri warsih
Kelas: XII Multimedia 3

Terima kasih, materinya sangat bermanfaat.

Unknown mengatakan...

Nama = Yunitasari
kelas = XII Multimedia 2

Materinya sangat membantu,Detail dan mudah di pahami.

Unknown mengatakan...

Materinya sangat menarik untuk dibaca sampe selesai tidak membuat si pembaca menjadi jenuh atau bosen

Unknown mengatakan...

Debi Rahayu
XII MULTIMEDIA 3
Materinya sangat menarik untuk dibaca sampe selesai tidak membuat si pembaca menjadi jenuh atau bosen

Unknown mengatakan...

DEBI RAHAYU

Unknown mengatakan...

Yulia Rahmawati
XII MULTIMEDIA 1
Komentar
Materi nya sangat jelas dan mudah di pahami dan di mengerti

Unknown mengatakan...

Nama : Fuja Huzaemah
Kelas : XII MULTIMEDIA 2

KOMENTAR : Menurut saya materi nya sangat jelas dan mudah untuk di pahami

Unknown mengatakan...

Nama : Imas aprilia
Kelas : XII multimedia 2

Komentar : menurut saya materi ini menarik, dan jelas untuk saya yang masih pelajar

Unknown mengatakan...

Nur syahadatul lailla
Xll Multimedia2
Komentar: Materinya lengkap dan sangat membantu saya dalam pembelajaran daring ini.

Syaidah mengatakan...

Nama : SYAIDAH KOMARIAH
Kelas : XII MULTIMEDIA 2

Materinya jelas dan mudah dipahami apalagi diberikan beberapa contoh yang membuatnya semakin mudah dimengerti

Unknown mengatakan...

Nama:ANAH SAFITRI
Kelas:XI MULTIMEDIA 3

KOMENTAR:Materinya sangat jelas mudah dipahami dan dimengerti untuk pembelajaran daring seperti sekarang ini.

Unknown mengatakan...

Nama:ANAH SAFITRI
Kelas:XI MULTIMEDIA 3

KOMENTAR:Materinya sangat jelas mudah dipahami dan dimengerti untuk pembelajaran daring seperti sekarang ini.

Unknown mengatakan...

Nama:Nanda evita
Kelas:Xl multimedia3

Komentar:menurut saya materinya sangat jelas dan mudah dipahami

Unknown mengatakan...

Nama : VERONIKA FRANSISKA
Kelas : XII MULTIMEDIA 3

KOMENTAR : Materinya sangat jelas dan menarik untuk di baca

Unknown mengatakan...

Karsih Ulpa Nurpaujiah (XII MM 1)
Komentar : Menurut saya materi tersebut sangat mudah dipahami

Unknown mengatakan...

Nama: Silvi Yunani XII Mm 2
Komentar: Materinya jelas dan dapat dipahami

Nova Fitriani mengatakan...

Nama: Nova Fitriani (XII multimedia 1)
Komentar : menurut saya materi di atas sangat membantu dan mudah dipahami

Unknown mengatakan...

HERNA PERMATASARI (XII MM 1)

Menurut saya, materi di atas jelas lengkap dan mudah di pahami, Namun terlalu bertele-tele🙏

Unknown mengatakan...

MAIMUNA (XII MM2)
Materi di atas sangat lengkap dan mudah untuk di pahami.

Unknown mengatakan...

Nama : Syafiruddin
Kelas: Xll MM2

Komentar: materi di atas sangat mudah dimengerti dan jelas jadi mudah untuk dipahamai

Nadifatul Islamia mengatakan...

Nadifatul Islamia XIIMM2
menurut saya materi di atas sangat membantu dan mudah dipahami

Herlianti Desi mengatakan...

Nama : Desi Herlianti
Kelas : XII-MULTIMEDIA 2

Komentar : Sangat membantu,materi di atas cukup jelas, mudah dipahami, dan bermanfaat

Unknown mengatakan...

Nama Yoga Pratama
Kelas XII MM 1

Komentar
Materinya banyak sangat membantu juga memhami saya dalam belajar walaupun tertinggal

MilaNurmaliha11 mengatakan...

Menurut saya:materi yang di atas mudah di pahami dan jelas, dan yang pasti di setiap penjelasannya dapat membantu pembaca dengan mudah untuk bisa mengetahui cara dan pembuatan film yang baik dan sesuai.

Anonim mengatakan...

Nama : Neng Euis
Kelas: XII MM 1

Menurut saya, materi yang bapa berikan sangat rinci. Namun terkadang saya malas membaca nya karena terlalu panjang, saran saya materi nya di persingkat namun tetap memperhatikan unsur-unsur yang penting dalam materi tersebut, terima kasih.

Unknown mengatakan...

SRI WULANDARI
XII MULTIMEDIA 3
materinya sangat menarik dibaca sampe habis dan tidak membuat saya bosan dan jenuh untuk membacanya materinya juga sangat mudah dipahami

DMCA.com Protection Status
Disclaimer Privacy Policy